Mukena Bahan Satin? Cantik YES, Ribet NO

Mukena yang kita kenakan untuk beribadah, tentunya harus bersih dan terawat.

Mukena satin tentunya tampak cantik, juga tidak semahal mukena berbahan sutera. Supaya tetap awet, mukena satin harus dirawat dan dijaga kebersihannya, karena kebersihan juga merupakan sebagian daripada iman, bukan?

Jika mukena satinmu dipakai setiap hari, cucilah minimal 2 minggu sekali agar mukena tidak kotor dan bau. Sedangkan untuk mukena satin yang disimpan untuk acara khusus seperti Lebaran, kamu bisa menyimpan atau menggantungnya di tempat yang kering, sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Cucilah setidaknya sebulan sekali untuk melindunginya dari bakteri dan jamur.

Tips mencuci mukena berbahan satin:

  1. Pisahkan dengan pakaian lainnya

    Saat mencuci mukena, pisahkan mukena dengan cucian lainnya. Terutama pakaian yang cenderung luntur maupun berbahan berbulu (seperti handuk). Karena permukaan mukena yang lebar, dapat dengan mudah terkena noda maupun bulu-bulu halus yang menempel dan sulit dihilangkan. Hal ini juga bertujuan untuk menjaga kesucian mukena. 

  2. Cuci menggunakan tangan

    Rendam mukena dengan air dingin dan gunakan detergen yang lembut. Hindari mengucek dan memeras mukena karena dapat merusak serat kain. Beri pewangi dan pelembut pakaian dengan keharuman alami yang bertahan lama dan menenangkan seperti Molto White Musk yang mengandung aroma kayu, musky, serta harumnya bunga mawar dan melati. 

  3. Keringkan dengan dianginkan

    Jemur mukena di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung dan biarkan sampai kering. 

  4. Setrika jika diperlukan

    Setrika mukena satin dengan panas rendah. Lapisi permukaan yang akan disetrika dengan kain tipis untuk menghindarkan kerusakan. 

Mukena yang harum akan membuat Anda merasa nyaman, sehingga konsentrasi Anda saat beribadah pun tidak terganggu.

Jaga mukena Anda agar selalu terlihat baru dan harum, sehingga Anda siap menyambut Ramadhan dengan hati damai. Selamat beribadah!

 
TOP