Hati-hati! 5 Penyakit Kulit Ini Sering Menyerang Bayi

Menyaksikan tumbuh kembang buah hati memang menyenangkan. Anda tentu senantiasa menantikan perkembangan kemampuan si kecil dengan tingkah lucunya. Namun, saat si kecil sedang jatuh sakit pasti Anda merasa sangat khawatir.

Penyakit sepele seperti gangguan kesehatan kulit pun dapat membuat bayi sangat rewel dan tidak nyaman. Sebagai orang tua siaga yang selalu memperhatikan buah hati, kenali lima jenis penyakit kulit yang kerap menyerang bayi berikut.

Dermatitis Kontak

Secara umum, dermatitis kontak biasa dikenal dengan alergi kulit pada bayi. Gejala gangguan kulit bayi satu ini ditunjukkan oleh peradangan, ruam berukuran besar, rasa gatal yang hebat, serta rasa panas seperti terbakar. Hal ini bisa disebabkan kulitnya bersentuhan dengan bahan-bahan tertentu yang rentan menyebabkan iritasi; seperti deterjen atau baju yang terkena kotoran.

Kasus alergi kulit pada bayi ini bisa dicegah dengan mudah. Salah satu caranya adalah menggunakan deterjen dan pelembut pakaian yang aman untuk bayi. Percayakan pelembut pakaian bayi kepada Molto Pure. Tak hanya memiliki keharuman yang lembut, varian Molto ini juga terdiri atas bahan-bahan yang aman untuk kulit bayi.

Biang Keringat

Ini adalah gangguan kulit yang sangat sering terjadi pada bayi. Biang keringat akan menimbulkan gejala berupa bintik-bintik merah yang menyebar di bagian leher, dada, paha, dan bokong. Sensasi rasa gatal biang keringat membuat bayi rewel dan sering menangis.

Untuk mengatasi biang keringat, Anda harus menjaga kebersihan pakaian bayi. Sebaiknya Anda memilih pakaian bayi yang tipis dan berukuran longgar. Anda juga harus segera mengganti pakaian bayi yang sudah basah oleh keringat agar tidak memperparah kondisi biang keringat.

Intertrigo

Mungkin istilah penyakit kulit bayi ini terdengar asing. Intertrigo adalah kondisi peradangan pada lipatan kulit bayi, misalnya lipatan paha, lutut, dan ketiak. Intertrigo sering terjadi pada bayi yang kelebihan berat badan.

Biasanya dokter menyarankan penggunaan pelembap khusus pada daerah lipatan yang radang. Pelembap yang tepat akan meminimalkan gesekan di lipatan kulit sehingga risiko luka dan peradangan dapat diminimalkan.

Eksim

Eksim juga dapat terjadi pada bayi sejak usia 3-4 bulan. Penyakit yang dikenal dengan nama dermatitis ini membuat kulit bayi radang dan menimbulkan gelembung-gelembung kecil. Selain menimbulkan rasa gatal dan ini tentunya membuat bayi tidak nyaman.

Pemicu eksim pada bayi ternyata sangat beragam. Salah satu penyebabnya adalah riwayat penyakit eksim pada keluarga. Selain itu, sensitivitas terhadap bahan tertentu juga dapat menyebabkan eksim pada bayi.

Seborrhea

Hampir sama seperti penyakit kulit yang lain, seborrhea juga menyebabkan peradangan. Bedanya, peradangan yang disebabkan seborrhea akan membuat kulit tampak bersisik. Seborrhea sering menyerang bagian wajah, kulit kepala, belakang telinga, dan dada bayi.

Jika muncul di kulit kepala, seborrhea tampak seperti ketombe yang berkerak. Pengobatan tradisional dapat dilakukan dengan cara mengoleskan minyak zaitun secara teratur pada bagian tubuh yang terserang seborrhea.

Merawat dan mendukung tumbuh kembang bayi tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Kendati demikian, Anda pasti akan lebih fokus menjaga kesehatan kulit bayi usai membaca ulasan kali ini. Orang tua cerdas yang modern tentu paham betul tentang alergi kulit pada bayi dan cara menanggulanginya.

TOP