Skip to content
wanita menggunakan topi

Revolusi slow fashion – mau ikut?

Kamu suka pakaian dan suka membeli pakaian baru? Kamu perlu mempertimbangkan diri kamu untuk mengikuti revolusi slow fashion.

Kekuatan dari pakaian berkelanjutan

Industri mode adalah industri kedua yang paling banyak menghasilkan limbah dan siklus ’fast fashion’ berkontribusi pada masalah ini. Fast fashion cenderung membuat kita membeli lebih banyak pakaian tanpa berpikir konsekuensinya, terutama bagaimana produksi hilirnya merusak lingkungan.

Tren-tren berpakaian muncul secara heboh dan tiba-tiba hilang begitu saja, apalagi di zaman media sosial sekarang. Dalam siklus fast fashion, membeli pakaian baru terus menerus demi tren merupakan bagian dari masalahnya. Pakaian-pakaian yang dibuat untuk mengikuti tren dan permintaan konsumen akhirnya dibuang begitu saja setelah trennya lewat atau karena memang tidak dibuat awet. Sekarang saatnya kita menghentikan siklus fast fashion.

Kita harus mulai membuat keputusan berdasarkan kesadaran dari mana kita mendapatkan pakaian itu sendiri. Terinspirasi dari gerakan ’slow food’ untuk melawan ’fast food’, ’slow fashion’ adalah gerakan kesadaran berbentuk perlawanan dari fast fashion. Idenya simpel: memilih pakaian berkualitas tinggi yang tahan lama dan memotong jumlah pembelian pakaian baru.

Kurangilah pembelian baju dan mulailah membeli yang berkualitas dan tahan lama!

Merawat pakaian berarti kamu dapat menyimpan dan memakai pakaian itu pada waktu yang lama. Konsumsi pakaian yang bertanggung jawab akan membantu menyelamatkan bumi! Sekarang waktunya kita semua menghargai pakaian kita dan berkontribusi untuk bumi.

Jadilah ikon mode berkelanjutan

Merawat pakaian sendiri adalah kunci dari revolusi slow fashion. Pakailah produk perawatan pakaian dari Molto untuk memelihara baju favorit atau mencegah gaun pesta hitam kamu luntur menjadi berwarna abu-abu.

Beginilah caranya kamu jatuh cinta pada mode berkelanjutan yang akan membuatmu menjadi bagian dari revolusi slow fashion:

  • Pikir ulang sebelum membeli. Apakah bahannya awet? Apakah kamu masih akan menyukai gayanya setahun kemudian? Kalau tidak, jangan dibeli!
  • Siapkan diri dengan peralatan menjahit. Perbaiki setiap kancing atau jahitan yang lepas dengan jarum dan benang. Jangan langsung buang pakaian kamu!
  • Carilah pakaian bekas di factory outlet atau toko amal. Mungkin kamu akan menemukan pakaian-pakaian lama yang kembali ngetren.
  • Cari merek-merek yang ramah lingkungan. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak perusahaan yang mempertimbangkan cara untuk membuat proses produksinya lebih ramah lingkungan. Pilihlah merek yang ikut menyelamatkan bumi.

Slow fashion berarti memilih pakaian berkualitas tinggi sehingga kamu mengurangi kerusakan pada lingkungan. Jadilah konsumer bertanggungjawab sekaligus menyayangi pakaianmu lebih lama lagi!